Go Home

Terjadi Lagi! Driver Ojol Kena Orderan Fiktif Kopi Rp 250.000

Terjadi Lagi! Driver Ojol Kena Orderan Fiktif Kopi Rp 250.000
Jakarta -

Orderan fiktif tak henti-hentinya memakan korban.
Seorang kurir pengantar makanan ini rugi Rp 258.
000 setelah memesankan makanan yang ternyata orderan fiktif.

Ada banyak kejadian di mana driver ojek online hingga kurir pengantar makanan mengalami orderan fiktif.
Tak tanggung-tanggung, orderan fiktif itu pun membuat para driver mengalami kerugian ratusan ribu.

Seperti yang baru-baru ini dialami oleh Edi, seorang driver ojol yang sekaligus sebagai kurir pengantar makanan di Shopee Food.
Kisah Edi ramai setelah diceritakan lewat channel YouTube Selalu Ada Jalan (09/09).

Baca Juga: Curhatan Wilandini Diteror 11 Order Fiktif Makanan dalam Sehari!

Dalam video tersebut Edi menceritakan kronologinya.
Awalnya ia tengah makan siang, kemudian tiba-tiba ada orderan masuk berupa kopi dari Kafe Kopi di Bawah Tanggad Namun, ia tidak mengecek apakah pembayaran orderan tersebut tunai atau non tunai.

"Saya gak ngecek, karena saya udah keburu seneng kan habis makan siang dapet orderan," ujar Edi.

Kemudian Edi pun langsung menuju restoran yang dituju.
Edi juga mengatakan bahwa restorannya sedikit lama saat melayani pesanan, sehingga mereka harus membeli bahan-bahan tersebut terlebih dulu.

Lebih lanjut, Edi mengatakan bahwa dari pesanan makanan itu ia menghabiskan biaya sekitar Rp 258.
000.
Pesanan itu pun langsung diantarkan ke alamat kustomer sesuai titik yang tertera di aplikasi.

Awalnya tak ada yang mencurigakan, sebab kustomer tersebut sempat memberi konfirmasi, "Antar saja pak sesuai titik saya tunggu," ujar kustomer.
Namun, saat sampai di lokasi Edi tak menemukan kustomernya.

Keanehan mulai terjadi ketika ada orang yang menelepon dirinya dan berpura-pura menjadi pihak Shopee Food.
Orang misterius itu mengetahui kalau Edi sedang terkena orderan fiktif.

Yang membuat Egi curiga adalah gaya bahasa yang digunakan oleh orang yang mengaku dari pihak Shopee Food yang terkesan tidak sopan.
"Saya disuruh selesaikan orderan, karena kalau tidak katanya saya gak bisa nerima orderan lagi," ujar Edi.

Edi lalu pergi ke basecamp ojolnya dan meminta saran dari teman-temannya.
Dari itulah ia mengetahui bahwa ia mengalami orderan fiktif.
Akhirnya Edi pun melaporkan kejadian ini ke pihak Shopee Food.

Dikonfirmasi detikFood (15/09) pihak Shopee Food akan mengganti kerugian yang dialami oleh Edi dengan kurun waktu 3 hingga 5 hari.
Sementara itu, pihak Shopee Food juga meminta Edi untuk memberikan makanan yang dibeli ke panti asuhan atau yayasan terdekat.

Edi pun memilih untuk memberikan ke Panti Asuhan Bayi dan Anak Yohanes yang berlokasi di Cikarang.
Dalam video tersebut, juga memperlihatkan bukti Edi saat menyerahkan makanan ke panti asuhan.
Video tersebut kemudian ramai ditanggapi oleh netizen dan memberi dukungan.

"Semoga order fiktif ini digantikan dengan rezeki yang berlebih ya pak, aamiin," tulis netizen.

"Mantap maju terus pantang menyerah dengan kendala apapun bang, demi keluarga di rumah," tulis netizen lainnya.

Baca Juga: Viral Driver Ojol Kena Suspend karena Dianggap Tak Sopan saat Antar Makanan

Simak Video "Kata Rohimah soal Isu Anak Jadi Driver Ojol karena Tak Dinafkahi Kiwil"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)

Artikel bermanfaat lainnya :

Waduh! Sertifikat Vaksin Jokowi Tersebar di Media Sosial

Waduh! Sertifikat Vaksin Jokowi Tersebar Di Media Sosial

Menanggapi hal itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate menyerahkan kepada Kemenkes. Sertifikat vaksin dosis kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi) beredar di media sosial.

Baca selengkapnya

Setelah Ketangkap, Viral Video Coki Ngobrol Bareng Polisi Soal Sabu

Setelah Ketangkap, Viral Video Coki Ngobrol Bareng Polisi Soal Sabu

Video Coki di Majelis Lucu bersama polisi pun menjadi viral karena omongannya yang tahu soal sabu. Coki Pardede ditangkap Satnarkoba Polres Tangerang Kota atas kepemilikan sabu.

Baca selengkapnya

Menkes Buka Suara soal Tersebarnya Sertifikat Vaksin Jokowi

Menkes Buka Suara Soal Tersebarnya Sertifikat Vaksin Jokowi

Budi menjelaskan status vaksinasi seseorang memang bisa dilihat dengan mengetikkan nomor identitas kependudukan (NIK). Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin buka suara mengenai beredarnya sertifikat vaksin Presiden Joko Widodo (Jokowi) di media

Baca selengkapnya