Go Home

Kawah Putih Dan Glamping Dibuka, Antusias Pengunjung Masih Rendah

Kawah Putih dan Glamping Dibuka, Antusias Pengunjung Masih Rendah
Bandung -

Dua tempat wisata Kabupaten Bandung kembali dibuka sebagai langkah uji coba penerapan aplikasi Pedulilindungi.
Meski telah dibuka, rupanya antusias masyarakat untuk berwisata masih rendah.

Destinasi tersebut adalah Kawah Putih dan Glamping Lakeside Rancabali.
Keduanya merupakan bagian dari 20 tempat wisata yang diujicoba dibuka oleh Kemenparekraf.

"Pantauan di tempat wisata itu normal, tapi tidak terjadi lonjakan kunjungan," ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Yosep Nugraha saat dihubungi detikcom, Selasa (14/9/2021).

Disparbud mencatat, angka kunjungan wisatawan di kedua tempat wisata tersebut baru sekitar 20 - 30 persen dari kapasitas yang diperbolehkan.
Sejauh ini, kapasitas yang diperbolehkan hanya sekitar 25 persen.

"Saya kira kemarin dari kapasitas 25 persen, hanya terisi 20-30 persen.
Belum optimal, belum normal," ucapnya.

Ada sejumlah aturan yang menyebabkan rendahnya antusias wisatawan untuk berwisata.
Pertama, kata Yosep, masih minimnya informasi terkait dua tempat wisata tersebut sudah dibuka.

Kemudian, wisatawan menjadi ragu karena adanya kebijakan anak 12 tahun tidak boleh masuk tempat wisata.
Akhirnya, banyak wisatawan yang putar balik karena anaknya tidak bisa masuk ke tempat wisata.

"Ketentuan anak di bawah 12 tahun tidak boleh masuk destinasi.
Umumnya wisatawan kita itu para keluarga, bawa anak," katanya.

"Karena ada ketentuan anak 12 tahun tidak boleh masuk, dan itu jadi berkurang, ada juga yang sampai balik kanan," lanjutnya.

Selain itu, kata Yosep, penerapan aplikasi Pedulilindungi tidak mengalami banyak masalah berarti.
Namun, banyak pengelola wisata, resto dan hotel yang mengeluh karena aktivasi akun aplikasi cenderung lama.

"Sejauh ini tidak ada ditemukan kendala kecuali dalam proses memperoleh QR code yang butuh waktu.
Variatif ada yang cepat ada yang lambat," ucapnya.

"Karena untuk Pedulilindungi, kita dorong untuk semua, hotel, resto, wisata di Kabupaten Bandung untuk segera memproses aplikasi itu.
Sehingga, ketika bisa dibuka, semua sudah siap," ucapnya.

Dirinya pun berharap, agar ada relaksasi terkait aturan pembukaan tempat wisata.
Kemudian, dirinya berharap agar vaksinasi khususnya pengelola wisata dan anak 12 tahun dapat segera disuntik vaksin.

"Kebijakan di bidang kepariwisataan ada relaksasi, tidak ditutup, meskipun kondisinya level 3.
Harapannya wisata bisa dibuka, tapi aturan misalkan jumlah orangnya dibatasi, misal level 4, hanya 10 persen bisa masuk.
Level tiga misal 25 persen, level 2 bisa 50 - 75 persen," pungkasnya.

Simak Video "Kawah Putih dan Glamping Lakeside Bersiap untuk Uji Coba Pembukaan"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/ddn)

Artikel bermanfaat lainnya :

Waduh! Sertifikat Vaksin Jokowi Tersebar di Media Sosial

Waduh! Sertifikat Vaksin Jokowi Tersebar Di Media Sosial

Menanggapi hal itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate menyerahkan kepada Kemenkes. Sertifikat vaksin dosis kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi) beredar di media sosial.

Baca selengkapnya

Setelah Ketangkap, Viral Video Coki Ngobrol Bareng Polisi Soal Sabu

Setelah Ketangkap, Viral Video Coki Ngobrol Bareng Polisi Soal Sabu

Video Coki di Majelis Lucu bersama polisi pun menjadi viral karena omongannya yang tahu soal sabu. Coki Pardede ditangkap Satnarkoba Polres Tangerang Kota atas kepemilikan sabu.

Baca selengkapnya

Menkes Buka Suara soal Tersebarnya Sertifikat Vaksin Jokowi

Menkes Buka Suara Soal Tersebarnya Sertifikat Vaksin Jokowi

Budi menjelaskan status vaksinasi seseorang memang bisa dilihat dengan mengetikkan nomor identitas kependudukan (NIK). Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin buka suara mengenai beredarnya sertifikat vaksin Presiden Joko Widodo (Jokowi) di media

Baca selengkapnya