Go Home

Ini Sebabnya Kepiting Dan Udang Berwarna Merah Saat Direbus

Ini Sebabnya Kepiting dan Udang Berwarna Merah Saat Direbus
Jakarta -

Warna kepiting dan udang berubah saat hidup dan setelah direbus.
Usai direbus, warna seafood ini jadi merah terang.
Ternyata ada alasan ilmiah di balik fakta menarik ini.

Kepiting, udang, dan lobster adalah jenis seafood yang punya banyak penggemar.
Teksturnya yang lembut dengan rasa manis gurih disukai banyak orang.
Seafood ini sudah enak, meski hanya direbus saja.

Penggemar kepiting dan udang tentu tahu warna seafood favoritnya.
Dalam kondisi hidup, warnanya cenderung gelap seperti cokelat lumpur, keabu-abuan, atau warna-warna netral lainnya.

Menurut The Conversation (25/11/21), warna ini punya peranan penting bagi kehidupan hewan krustasea.
Mereka bisa terhindar dari serangan predator akibat warna yang samar dengan dasar laut.

Nantinya, warna gelap tersebut akan berubah jadi merah terang saat kepiting dan udang direbus.
Ternyata hal ini dipengaruhi oleh reaksi senyawa kimia tertentu dengan panas.

Senyawa kimia itu berupa pigmen bernama astaxanthin.
Astaxanthin memang bertanggung jawab atas warna oranye, kuning, dan merah pada hewan.
"Ketika hewan krustasea hidup, astaxanthin dibungkus rapat dan terjebak oleh protein khusus bernama crustacyanin.
Ini adalah alasan warna kepiting dan udang hidup biru keabu-abuan," kata Jian Qin, Professor Ilmu Biologi di Flinders University, Australia.

Saat kepiting dan udang dimasak, panas bersifat merusak crustacyanin, yang pada akhirnya menghasilkan astaxanthin dan memberi warna merah terang pada seafood tersebut.

"Faktanya, perubahan warna pada kepiting dan udang bisa menandakan apakah seafood tersebut sudah sepenuhnya matang atau belum? Jika belum merah sekali, kemungkinan belum matang sempurna," kata Jian Qin.

Fakta menarik lainnya, astaxanthin juga membuat flamingo memiliki warna pink cantik.
Hal ini lantaran flamingo makan banyak udang.
Crustacyanin dipecah di dalam perut flamingo hingga menghasilkan pigmen yang memberi warna pink itu.

Terkait kepiting dan lobster, para ahli di London School of Economics mengumumkan larangan merebus dua seafood itu hidup-hidup karena keduanya bisa merasakan sakit.
Proses perlakuan pada kepiting dan lobsterpun harus seperti makhluk hidup.

Mengutip CNN Indonesia (25/11/21), gurita juga termasuk kelompok hewan tersebut.
Pemerintah Inggris bahkan memasukkan kepiting, lobster, dan gurita ke dalam daftar makhluk hidup yang akan diberikan perlindungan di bawah undang-undang kesejahteraan hewan yang baru.

Bukan tanpa alasan, 300 studi ilmiah yang telah dilakukan ahli menemukan kalau hewan memiliki perasaan.
Hasil studi tersebut menyimpulkan bahwa hewan chepalopoda (seperti gurita, cumi-cumi dan sotong) dan dekapoda (seperti kepiting, lobster dan udang karang) harus diperlakukan sebagai makhluk hidup.

Laporan itu juga mengungkapkan bahwa lobster dan kepiting tidak boleh direbus hidup-hidup.
Selain itu, hewan-hewan tersebut juga harus mendapatkan perlakukan terbaik pada saat pengangkutan, dipingsankan dan pemotongan.

Simak Video "Masak Masak: Resep Kepiting Rica Saus Padang"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/odi)

Artikel bermanfaat lainnya :

Waduh! Sertifikat Vaksin Jokowi Tersebar di Media Sosial

Waduh! Sertifikat Vaksin Jokowi Tersebar Di Media Sosial

Menanggapi hal itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate menyerahkan kepada Kemenkes. Sertifikat vaksin dosis kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi) beredar di media sosial.

Baca selengkapnya

Setelah Ketangkap, Viral Video Coki Ngobrol Bareng Polisi Soal Sabu

Setelah Ketangkap, Viral Video Coki Ngobrol Bareng Polisi Soal Sabu

Video Coki di Majelis Lucu bersama polisi pun menjadi viral karena omongannya yang tahu soal sabu. Coki Pardede ditangkap Satnarkoba Polres Tangerang Kota atas kepemilikan sabu.

Baca selengkapnya

Menkes Buka Suara soal Tersebarnya Sertifikat Vaksin Jokowi

Menkes Buka Suara Soal Tersebarnya Sertifikat Vaksin Jokowi

Budi menjelaskan status vaksinasi seseorang memang bisa dilihat dengan mengetikkan nomor identitas kependudukan (NIK). Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin buka suara mengenai beredarnya sertifikat vaksin Presiden Joko Widodo (Jokowi) di media

Baca selengkapnya