Go Home

Wiranto Ralat Pernyataan Banyak WNI Kabur Ke Luar Negeri Jelang Pencoblosan

Wiranto Ralat Pernyataan Banyak WNI Kabur ke Luar Negeri Jelang Pencoblosan
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto meralat pernyataannya yang menyebut terjadi eksodus warga negara Indonesia (WNI) ke luar negeri jelang pencoblosan karena hoaks Pemilu bakal rusuh.
Menurut Wiranto, tidak terjadi eksodus.
Hal ini disampaikannya usai memimpin rapat koordinasi kesiapan akhir dalam rangka pengamanan tahapan pemungutan dan perhitungan suara Pileg dan Pilpres tahun 2019 di kantornya.
"Sebelumnya memang kita khawatirkan ada eksodus keluar negeri karena adanya pemilih yang ketakutan ada isu hoaks ancaman kerusuhan sehingga takut dan pergi ke luar negeri.
Setelah kita teliti dan memberikan penjelasan, maka dari laporan, memang tidak terjadi eksodus itu," kata Wiranto di kantornya, Jakarta, Senin (15/4).
Dia menjelaskan, berdasarkan laporan mingguan, WNI yang terbang ke luar negeri menunjukkan grafik stabil dan tidak ada lonjakan.
"Banyak masyarakat yang sangat antusias memberikan hak suaranya," jelas Wiranto.
Sehingga, masih kata dia, masyarakat tak perlu khawatir dengan isu-isu yang berkembang, sehingga memilih tidak datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).
"Masyarakat enggak perlu khawatir bahwa nanti saat pencoblosan.
Sudah dijaga keamanannya.
Sekali lagi mengharapkan masyarakat untuk tidak ragu datang ke TPS," jelas Wiranto.
Senada, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, menegaskan dari pergerakan tiket penerbangan pun, tidak ada yang menunjukkan akan ada mobilisasi masyarakat untuk meninggalkan Indonesia.
"Ini menunjukkan situasi relatif aman.
Dan kita berikan jaminan keamanan, bahwa di hari H kita akan siap.
Termasuk masa penghitungan suara," pungkasnya.
Sebelumnya, Menko Polhukam Wiranto mengakui penyebaran hoaks masih menjadi ancaman serius terhadap penyelenggaraan Pemilu 2019.
Bahkan tidak sedikit masyarakat yang telah berencana pergi ke luar negeri sebelum hari pencoblosan karena termakan hoaks.
"Tadi saya cek berapa sih tiket sebelum Pemilu yang sudah terjual ke luar negeri, ternyata cukup banyak," ujar Wiranto dalam pidatonya di acara Penyerahan Sertifikat HKI dan Akta Pendirian Badan Hukum kepada Pelaku Ekonomi Kreatif di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (8/4).
Hoaks atau berita bohong yang dimaksud menyebut bahwa pelaksanaan Pemilu 2019 bakal rusuh.
Sehingga tak sedikit masyarakat yang percaya dan memilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya atau golput serta pergi ke luar negeri mencari tempat aman.
Upaya pemerintah untuk meyakinkan masyarakat bahwa Pemilu 2019 aman terus dilakukan.
Wiranto mengklaim, masyarakat yang semula berencana pergi ke luar negeri jelang hari pencoblosan mulai membatalkan tiket perjalanannya.
"Ada beberapa teman berencana ke luar negeri sebelum pencoblosan karena percaya hoaks dan takut.
Tetapi banyak mereka yang sudah membatalkan diri.
Kemarin di Jakarta saya juga sudah mengumpulkan pengusaha, saya jelaskan masalah ini, dan mereka membatalkan pergi ke luar negeri," katanya.
Hanya saja Wiranto tak menyebutkan secara rinci berapa jumlah masyarakat yang berencana ke luar negeri karena termakan hoaks soal keamanan Pemilu 2019.
Pun sebaliknya berapa jumlah masyarakat yang telah membatalkan rencana perjalanannya ke luar negeri terkait ini.
"Kita nggak ngitung secara rinci.
Enggak banyak.
Rasionya kalau dibanding dengan 192 juta pemilih itu kecil sekali.
Tetapi itu kita harus cegah, karena itu merupakan ancaman terhadap hak pilih seseorang.
Sebenarnya itu melanggar hukum, makanya kemarin saya sampaikan, makanya (sebar hoaks) ancamannya UU Terorisme," ucapnya.
Reporter: Putu Merta Surya Putra

Artikel bermanfaat lainnya :