Go Home

Tutup Masa Liburan, Puluhan Anak Di Cianjur Berwisata Ke Tempat Sampah

Tutup Masa Liburan, Puluhan Anak di Cianjur Berwisata Ke Tempat Sampah
Cianjur - Jika umumnya anak-anak dibawa berlibur ke tempat wisata, tapi beda halnya dengan anak-anak dari anggota Komunitas Zero Waste Cianjur.
Mereka diajak ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Pasir Sembung Cianjur.

Didampingi orangtuanya, 30 anak yang ikut dalam wisata edukasi mendatangi pembuangan akhir sampah yang berlokasi di Desa Sirnagalih Kecamatan Cilaku, Minggu (5/1/2020)

Mereka langsung disambut oleh petugas dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur dan diajak berkeliling di TPAS Pasirsembung.
Anak-anak melihat alur pengolahan sampah yang dilakukan untuk meminimalisir volume sampah yang ditimbun di gunungan sampah.

Tak hanya dikenalkan aluae pengelolaan sampah, anak-anak juga diajak untuk mendaur ulang barang bekas menjadi kerajinan tangan yang bisa dimanfaatkan kembali untuk hiasan ataupun barang lainnya.

Founder Komunitas Zero Waste dan Saung Caca Cianjur Sandi Mulyadi mengatakan liburan anak-anak dari anggota Zero Waste Cianjur memang sengaja dibuat antimainstream dengan mengunjungi TPAS.

"Kalau berlibur ke destinasi wisata sudah umum, tapi dengan mengisi liburan ke TPAS anak-anak tidak hanya mengisi waktu liburan tapi juga mendapat wawasan terkait pengelolaan sampah dan dampak jika sampah tidak dikelola dengan baik," kata Yadi, Minggu (5/1/2020).


Yudi menjelaskan, masalah sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan perseorangan ataupun sebatas mengandalkan pemerintah, tetapi harus menjadi tanggungjawab bersama.

Dengan teredukasinya anak-anak sejak dini, diharapkan generasi ke depan mampu menjadi kader yang peduli lingkungan dan memperhatikan persoalan sampah.

"Ketika saat ini sampah menjadi masalah yang belum kunjung terselesaikan, besar harapan generasi ke depan bisa lebih baik dalam mengelolanya, supaya lingkungan bisa terjaga," terang dia.

Kepala Seksi Pengolahan Sampah dan Pengelolaan Limbah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur Dian Mardiana, mengharapkan kegiatan edukasi pada anak-anak terkait sampah bisa berkesinambungan, sehingga generasi ke depan lebih sadar dalam pengelolaan sampah.

Sebab saat ini DLH menilai pengelolaan sampah oleh masyarakat masih minim, sehingga sampah semakin menumpuk di TPAS Pasirsembung.
Padahal saat ini volume sampah di TPAS Pasirsembung sudah overload.

"Dengan lebih sadarnya masyarakat untuk mengolah dan memanfaatkan sampah, diharapkan sampah tidak terus menumpuk di TPAS Pasirsembung ini.
Dan salah satunya melalui kegiatan edukasi ini.
Anak-anak saja akan lebih sadar, seharusnya orang dewasa pun juga akan turut sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan dan bisa memanfaatkan sampah yang bisa didaur ulang, sehingga penumpukan bisa diminimalisir," ucap Dian.

(ern/ern)

Artikel bermanfaat lainnya :

Dari 'Wiro Sableng', Angga Dwimas Sasongko Bawa Drama 'NKCTHI'

Dari 'Wiro Sableng', Angga Dwimas Sasongko Bawa Drama 'NKCTHI'

Novel `NKCTHI` menjadi salah satu novel best seller yang terjual lebih dari 100 ribu ekslempar.Ide dalam buku ini juga diungkapkan Angga pun cukup besar. Film yang juga akrab disebut `NKCTHI` ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya Marchella FP.Fil

Baca selengkapnya

Foto: Rekomendasi Wisata Indoor Saat Musim Hujan

Foto: Rekomendasi Wisata Indoor Saat Musim Hujan

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Welcome d`travelers ! Silakan Daftar atau Masuk

Baca selengkapnya

Mahfud Md soal Demo Tolak Omnibus Law: Salah Paham, Salah Persepsi

Mahfud Md Soal Demo Tolak Omnibus Law: Salah Paham, Salah Persepsi

Mau modal lokal apa masuk, itu di UU itu salah paham dan sering disalahartikan itu omnibus law, itu satu," ujar Mahfud Md.Mahfud Md menepis negara hanya menganakemaskan China. Salah pahamnya misalnya itu omnibus law itu untuk mempermudah pemerintah untuk

Baca selengkapnya