Go Home

The Umbrella Academy Musim Kedua Lebih Ambisius

The Umbrella Academy Musim Kedua Lebih Ambisius
Jakarta -

Jika musim pertama The Umbrella Academy para penonton diperkenalkan dengan masing-masing karakter, maka musim kedua para penonton diajak menghadapi masalah yang lebih serius.

Mereka kembali ke tahun 60-an dalam keadaan terpisah, dengan masyarakat yang kental dengan isu rasisme dan bencana kiamat yang mengikuti mereka dari masa depan.
Apa yang bisa lebih buruk dari itu?

Dalam wawancaranya dengan detikcom melalui video call, Ellen Page menyebut musim kedua lebih mengeksplorasi sisi manusiawi dari para karakter.
Terjebak di kurun waktu dan dunia asing, mereka dituntut untuk bisa menghidupi diri dan beradaptasi dengan isu-isu yang merugikan sebagian dari mereka.

"Musim kedua ini lebih besar, lebih ambisius, tapi juga lebih menyenangkan di beberapa bagian.
Kami kembali ke tahun 60-an, mengeksplorasi berbagai macam isu-isu yang signifikan kala itu seperti hak-hak manusia, juga LGBTQ+," ungkap Ellen.

"Bicara soal karakterku, Vanya sangat berbeda di musim ini.
Ia lebih terbuka, lebih nyaman dengan dirinya sendiri.
Ia juga jatuh cinta untuk pertama kalinya.
Menurutku ini yang membuat musim kedua lebih seru," lanjutnya.

Selain itu, menurut Emmy Raver-Lampman, musim kedua menggali lebih dalam terkait asal-usul keluarga Hargreeves, juga membicarakan hal-hal yang masih tabu untuk diangkat di tahun 60-an.
Penonton juga akan diberikan lebih banyak adegan aksi yang jauh lebih intens dari musim pertama.

"Kami sangat menjurus pada sisi kemanusiaan dari kakak-beradik ini.
Kami juga bicara soal apa yang membuat mereka bisa seperti sekarang.
Banyak adegan aksi, juga kenyataan yang mempengaruhi masa dewasa kami, seperti ayah kami yang memberi kami angka, bukan nama.
Itu yang diangkat di musim kedua ini," ujar Emmy.

"Selain itu kami juga terjun ke ranah LGBTQ+ untuk Vanya.
Hubungannya dengan Sissy yang mana di tahun itu merupakan hal yang tabu.
Kami juga bicara kesehatan mental, juga berhubungan dengan Gerakan Hak-hak Sipil," tambah Emmy.

Apalagi saat ini dunia tengah marah memperjuangkan hak-hak warga kulit hitam melalui kampanye Black Lives Matter.
The Umbrella Academy musim kedua menjadi sebuah media yang tepat untuk ikut mendukung kegiatan tersebut.

"Kami diberi kesempatan untuk mengangkat hal ini di masa ketika kami harus berjuang untuk kesejahteraan warga kulit hitam yang saat ini sedang melakukan kampanye lewat Black Lives Matter.
Kami mengangkat topik yang sangat berani di musim kedua.
Sehingga bisa mengungkap hal ini di depan banyak mata di seluruh dunia merupakan momen yang penting," pungkasnya.


Simak Video "Seru! Acara Pixy Steal the Spotlight Medan Dipadati Pengunjung"
[Gambas:Video 20detik]
(dal/tia)


Artikel bermanfaat lainnya :

McD Sarinah Tutup, Kenapa Kenangan Masa Lalu Selalu Bikin Baper?

McD Sarinah Tutup, Kenapa Kenangan Masa Lalu Selalu Bikin Baper?

Momentum ini menjadi suatu reminder atau pengingat bagi orang tersebut."Entah baju, restorannya, entah itu lagu itu terkait dengan hal-hal tersebut kemudian terjadi sesuatu, misalnya ditutup lah tempatnya, band musiknya bubar, penyanyinya ada yang passed

Baca selengkapnya

Podcast Tolak Miskin: Tagihan Listrik Tiba-tiba Bengkak! Kok Bisa?

Podcast Tolak Miskin: Tagihan Listrik Tiba-tiba Bengkak! Kok Bisa?

Sebagian besar beranggapan kenaikan tagihan listrik tak masuk akal, melebihi dari kenaikan konsumsi yang terjadi selama WFH.Pertanyaan timbul, ini beneran karena pemakaian yang berlebihan atau tarif listriknya naik?Nah, Podcast Tolak Miskin kali ini akan

Baca selengkapnya

Potret Kesibukan Petugas Ambulans COVID-19 di Inggris

Potret Kesibukan Petugas Ambulans COVID-19 Di Inggris

Tak ayal, petugas ambulans pun tampak sibuk lalu lalang menjemput para pasien Corona. Inggris memiliki 207 ribu kasus COVID-19 dan tertinggi keempat dunia.

Baca selengkapnya