Go Home

Pidato Perpisahan Usai Dipecat, Tillerson Tak Ucapkan Terima Kasih Buat Trump

Pidato perpisahan usai dipecat, Tillerson tak ucapkan terima kasih buat Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memecat Rex Tillerson dari jabatannya sebagai Menteri Luar Negeri AS.
Trump kemudian menunjuk Mike Pompeo untuk menggantikan posisi tersebut.
"Mike Pompeo, Direktur CIA, akan menjadi Menteri Luar Negeri AS yang baru.
Dia akan bekerja dengan baik.
Terima kasih untuk Rex Tillerson atas jasanya selama ini! Gina Haspel akan jadi Direktur CIA yang baru, dan dia adalah perempuan pertama yang terpilih.
Selamat," tulis Trump.
Pemecatan ini terbilang mengejutkan.
Sebab, Tilllerson dipecat Trump tanpa alasan yang jelas.
Bahkan, ia mengaku hanya diberi kabar melalui telepon.
Meski demikian, pejabat senior Kementerian Luar Negeri AS mengatakan bahwa Tillerson telah mengetahui pemecatannya lewat Twitter Trump beberapa jam sebelumnya.
Dalam pidato perpisahannya di Kementerian Luar Negeri AS, Tillerson tampak enggan menyebut nama Trump.
Dia hanya memanggil Trump dengan jabatan saja.
Dia juga mengucapkan terima kasih kepada semua orang kecuali Trump.
"Saya menerima telepon dari presiden AS siang tadi yang mengatakan bahwa saya telah dipecat," kata Tillerson, seperti dikutip laman NBC News, Rabu (14/3).
"Saya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan di Kementerian Luar Negeri, Menteri Pertahanan James Mattis, dan 300 juta lebih rakyat Amerika," lanjutnya.
Tillerson menyatakan bahwa dia telah menerima pemecatannya dengan lapang dada.
Sebab, dia menilai bahwa AS pasti memiliki aturan diplomasi yang tidak bisa diganggu gugat.
Dia juga meminta rekannya di Kementrian untuk melanjutkan pekerjaan dengan baik.
"Kami semua setuju bahwa kepemimpinan AS adalah diplomasi.
Tidak ada yang bisa kita lakukan tanpa sekutu ataupun mitra," ujarnya.
"Untuk semua pejabat Kementerian Luar Negeri, lanjutkanlah pekerjaan kalian.
Teruslah mengupayakan kerja sama yang lebih erat dengan mitra atau sekutu lain terutama dalam hal menangani isu-isu seperti menstabilkan Irak, mengalahkan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), dan memperbaiki hubungan dengan China," tambahnya.
Tillerson yang selama berbulan-bulan tampak berada di luar lingkaran pemerintah dan berkali-kali terlibat ketidaksepahaman dengan Trump tentang kebijakan luar negeri juga mengucapkan salam perpisahan untuk Rusia.
"Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk merespons tindakan dan perilaku mengganggu dari pemerintahan Rusia.
Rusia harus menilai dengan seksama segala tindakannya demi kepentingan rakyat dan dunia.
Melanjutkan apa yang mereka jalankan saat ini hanya akan membuat mereka semakin diisolasi, di mana keadaan itu tidak diinginkan oleh siapapun," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, pemecatan Tillerson dilakukan setelah dia menyebut Rusia ada di balik peracunan mantan mata-matanya di Inggris.
Agen mata-mata tersebut ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri di sebuah bangku pusat perbelanjaan karena terpapar zat kimia beracun.
Kini.
mata-mata bernama Sergei Skripal masih berada dalam kondisi kritis.

Artikel bermanfaat lainnya :