Go Home

Persija Jakarta Bantah Putus Kontrak Edson Tavares Lewat Pesan Singkat

Persija Jakarta Bantah Putus Kontrak Edson Tavares Lewat Pesan Singkat
Jakarta - Presiden Persija Jakarta, Ferry Paulus, membantah memutus kontrak Edson Tavares melalui WhatsApp.
Semua sudah sesuai prosedur.

Kontrak Edson di Persija tuntas pada Desember 2019.
Pelatih 63 tahun itu langsung balik ke Brasil dua hari setelah menjalani laga terakhir Liga 1 2019 melawan Kalteng Putra.

Tak ada perpanjangan kontrak yang diberikan Persija kepada Edson.
Manajemen Macan Kemayoran juga tak berbicara apapun sebelum dia pulang ke negaranya.

Terkecuali, pesan singkat yang dikirim Ferry melalui aplikasi WhatsApp.
Hal itu disayangkan dan menimbulkan kontra.
Persija dinilai tak profesional.

Hal itu pun diluruskan oleh Ferry.
Menurutnya tak benar Persija memutuskan kontrak hanya lewat pesan singkat.


"Pastinya kami telah mengirim surat kepada Edson Tavares.
Perihal pesan singkat (WA), itu dilakukan sebagai bentuk pertemanan dan komunikasi non formal.
Selama ini kami dan Edson memang rutin berkomunikasi lewat pesan singkat," tutur Ferry di situs Persija.

Dia berharap situasi ini tak terus berlarut.
Menurutnya hal yang wajar ada pergantian pelatih di awal musim setelah melalui evaluasi dan berbagai pertimbangan lain.

Tercatat, Persija sudah mengganti pelatih sebanyak tiga kali sepanjang musim 2019.
Dari mulai Stefano Cugurra, Ivan Kolev, dan terakhir Edison Tavares.
Mengawali tahun 2020, Persija kembali akan mencari pelatih baru untuk menukangi timnya.

"Tentunya kami melihat secara keseluruhan.
Persija memiliki target juara di tahun depan.
Berbagai aspek kami pertimbangkan salah satunya posisi pelatih," harap Ferry Paulus.

Simak Video "Jakmania-The Macz Man Guyub, Padati GBK di Final Piala Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)

Artikel bermanfaat lainnya :

Siswi SMP di Solo Dikeluarkan karena Kirim Ucapan Ultah, KPAI: Berlebihan

Siswi SMP Di Solo Dikeluarkan Karena Kirim Ucapan Ultah, KPAI: Berlebihan

Menurutnya, yang dilakukan sekolah tersebut berpotensi menimbulkan stigma negatif terhadap AN."Sekolah melanggar hak atas pendidikan ananda AN karena mengeluarkan secara tidak adil dan berpotensi menimbulkan stigma negative bagi ananda AN ketika dia bers

Baca selengkapnya

Masak Mi Instan Bareng Bungkusnya, Plastik dan Pewarna Sama-sama Beracun

Masak Mi Instan Bareng Bungkusnya, Plastik Dan Pewarna Sama-sama Beracun

Ada yang alami, ada juga yang sintetis."Pewarna sintetis juga ada beberapa grup dan golongan dan yang banyak dipakai umumnya pewarna masuk ke dalam golongan senyawa azo dye," kata Andreas kepada detikcom, Rabu (15/1/2020). Senyawa azo dye ini menurut An

Baca selengkapnya

Hati-hati Pneumokokus, Rentan Terjadi pada Anak-anak dan Mematikan

Hati-hati Pneumokokus, Rentan Terjadi Pada Anak-anak Dan Mematikan

Sedangkan, anak-anak yang kurang sehat seperti kekurangan gizi maka akan rentan terinfeksi.Diketahui di seluruh dunia, penyakit ini telah merenggut nyawa sebanyak 800 ribu anak balita setiap tahunnya, dan sekitar 2.200 anak meninggal dunia akibat penyaki

Baca selengkapnya