Go Home

Kementan Yakin Cetak Sawah Baru Ampuh Tangkal Krisis Pangan

Kementan Yakin Cetak Sawah Baru Ampuh Tangkal Krisis Pangan
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan sejumlah kementerian dalam Kabinet Indonesia Maju untuk membuka lahan persawahan baru di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Sumatera Selatan (Sumsel) sebagai upaya mengantisipasi krisis pangan karena kekeringan.
Targetnya 900.
000 hektare (Ha) lahan persawahan baru yang memanfaatkan lahan gambut.

Sejumlah pengamat dan akademisi pertanian menilai langkah Jokowi ini tidak tepat untuk menjawab prediksi krisis pangan dari Food Agriculture Organization (FAO).
Bahkan, Ketua Dewan Penasihat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Bayu Krisnamurthi yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) periode 2010-2011 menilai rencana itu punya risiko kerusakan ekologis yang besar.

Menjawab semua kritik tersebut, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy meyakini rencana ini sangat efektif.
Sarwo menuturkan, pemanfaatan lahan rawa gambut ini bisa jadi masa depan pertanian Indonesia.

"Ya sangat efektif karena kalau kering itu lahan yang bisa ditanami adalah di rawa.
Kan kalau musim kering berarti di rawa surut, itulah potensi masa depan bangsa Indonesia sebetulnya di rawa," kata Sarwo kepada detikcom, Jumat (8/5/2020).

Ia menjelaskan, ketika musim hujan Indonesia bisa mengandalkan sawah reguler.
Namun, ketika musim kemarau maka lahan rawa gambut adalah jawabannya.

"Ketika musim hujan di sawah reguler itu yang kita andalkan, ketika musim kemarau sasaran kita di rawa, dan biasanya hasilnya bagus," tutur Sarwo.

Selain itu, dengan kemajuan teknologi pertanian saat ini, ia yakin lahan rawa gambut itu bisa segera dioptimalisasi sebagai sawah padi.

"Kalau sekarang kan sudah dengan pola mekanisasi.
Jadi sudah mengubah pola petani tradisional ke modern.
Sekarang ada traktor amfibi untuk di rawa.
Kalau dulu 1 Ha mungkin dilakukan oleh 15 orang selama 5-6 hari.
Ini bandingannya, kalau mencangkul manual.
Tapi kalau dengan alsintan, traktor amfibi yang khusus di rawa, itu paling 1 Ha 2 jam selesai.
Supirnya kan 1, ya 1-2 cukup," terangnya.

Menurut Sarwo, saat ini pemerintah masih terus membahas teknis pelaksanaannya lebih lanjut.
Namun, ia mengatakan targetnya di bulan Mei ini lahan rawa gambut tersebut bisa mulai dikerjakan untuk jadi sawah baru.

"Optimalisasi ya diupayakan di bulan Mei ini, tapi ini masih rapat-rapat," pungkasnya.

Simak Video "Warga Bolivia Kekurangan Makan dan Bensin"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)

Artikel bermanfaat lainnya :

McD Sarinah Tutup, Kenapa Kenangan Masa Lalu Selalu Bikin Baper?

McD Sarinah Tutup, Kenapa Kenangan Masa Lalu Selalu Bikin Baper?

Momentum ini menjadi suatu reminder atau pengingat bagi orang tersebut."Entah baju, restorannya, entah itu lagu itu terkait dengan hal-hal tersebut kemudian terjadi sesuatu, misalnya ditutup lah tempatnya, band musiknya bubar, penyanyinya ada yang passed

Baca selengkapnya

Podcast Tolak Miskin: Tagihan Listrik Tiba-tiba Bengkak! Kok Bisa?

Podcast Tolak Miskin: Tagihan Listrik Tiba-tiba Bengkak! Kok Bisa?

Sebagian besar beranggapan kenaikan tagihan listrik tak masuk akal, melebihi dari kenaikan konsumsi yang terjadi selama WFH.Pertanyaan timbul, ini beneran karena pemakaian yang berlebihan atau tarif listriknya naik?Nah, Podcast Tolak Miskin kali ini akan

Baca selengkapnya

Potret Kesibukan Petugas Ambulans COVID-19 di Inggris

Potret Kesibukan Petugas Ambulans COVID-19 Di Inggris

Tak ayal, petugas ambulans pun tampak sibuk lalu lalang menjemput para pasien Corona. Inggris memiliki 207 ribu kasus COVID-19 dan tertinggi keempat dunia.

Baca selengkapnya