Go Home

Menhub Budi Serahkan 12 Kapal Pelayaran Rakyat Ke Sejumlah Daerah

Menhub Budi Serahkan 12 Kapal Pelayaran Rakyat ke Sejumlah Daerah
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyerahkan 12 unit kapal pelayaran rakyat ke sejumlah daerah untuk digunakan mempermudah konektivitas penumpang dan barang yang pada akhirnya bisa meningkatkan efisiensi.
Daerah yang menerima kapal pelayaran rakyat adalah Pemda Lampung, Pemerintah Kota Bengkulu, Kabupaten Kampar (Riau), Kabupaten Pesisir Barat (Lampung), Kabupaten Kayong Utara (Kalimantan Barat), Kota Pariaman (Sumatera Barat), Kabupaten Mamuju (Sulawesi Barat), dan Kota Bima (Nusa Tenggara Barat).
"Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar masih tetap membutuhkan pelayaran rakyat, sebagai salah satu moda transportasi penghubung antarpulau dan pemerintah pusat sangat mendukung tingkatkan konektivitas," kata Budi di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dikutip Antara, Senin (15/4).
Dia menjelaskan, pembagian kapal ini selain untuk meningkatkan konektivitas juga untuk mengembalikan dan meningkatkan kearifan lokal Kapal Phinisi yang dikenal dengan ketangguhan mengarungi samudra.
Namun demikian, dalam perkembangannya pemerintah berupaya untuk mengembangkan kapal baik dari sisi desain agar lebih efisien dan memiliki daya tahan lebih kuat.
"Pemerintah tentu berharap agar kapal tersebut memberikan dampak sosial ekonomi kepada masyarakat yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan," imbuhnya.
Budi berharap agar pemda yang menerima kapal bisa mengelola dan memanfaatkan dengan baik, sehingga bisa meningkatkan konektivitas antar daerah baik untuk kepentingan penumpang maupun barang.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Agus H Purnomo, mengatakan sebanyak 12 unit kapal pelayaran rakyat (pelra) tersebut memiliki ukuran 35 GT (gross ton), dari yang pada tahun sebelumnya juga telah menyerahkan 24 unit kapal pelra kepada Pemerintah Daerah.
Pada Tahun Anggaran 2018, Kemenhub telah menyelesaikan pembangunan 94 unit kapal pelra yang seluruhnya akan dan sudah dihibahkan kepada pemerintah daerah, yang membutuhkan akses konektivitas.
Dirjen Agus mengingatkan keselamatan pelayaran harus tetap menjadi prioritas dan diharapkan agar semua pihak dapat bersama-sama mewujudkannya karena keselamatan pelayaran adalah tanggungjawab bersama.
Kapal pelra yang dibangun oleh Kemenhub telah dilengkapi dengan fasilitas peralatan keselamatan yang cukup modern dan lengkap, seperti perlengkapan keselamatan seperti jaket keselamatan, perlengkapan pencegahan kebakaran, perlengkapan navigasi, radio komunikasi dan pencegahan pencemaran, serta tetap memperhatikan aspek kenyamanan penumpang.
Pemerintah akan terus menggulirkan program pembangunan kapal pelra, karena masih banyak daerah yang membutuhkan, serta banyaknya pelabuhan yang tidak bisa melayani kapal besar.

Artikel bermanfaat lainnya :