Go Home

Mengenal Ulos Langsung Dari Tanah Batak

Mengenal Ulos Langsung dari Tanah Batak
Jakarta -

Samosir memiliki kekayaan budaya yang masih kental.
Salah satu destinasi menariknya yaitu desa perajin kain ulos, Lumban Suhi-Suhi Toruan.

Tak hanya Danau Tobanya yang indah, Sumatra Utara memiliki beraneka macam desa yang masih menjaga adat dan budaya di kehidupan sehari-hari.
Jika wisatawan mau mengetahui bagaimana tahap-tahap pembuatan ulos, maka bisa mendatangi Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan.

Detikcom bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berkunjung ke Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan di Kecamatan Panguruan, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara.
Ketika sampai di lokasi, wisatawan terlebih dahulu melewati pemeriksaan suhu.

Memasuki desa, terlihat rumah-rumah adat batak yang berjejer dengan beberapa kain ulos yang terpajang di depan.
Lengkap dengan alat-alat pembuatan ulos, warna-warna kain khas batak ini begitu cantik.

"Kita duluan mengkanji pakai air tajin baru dijemur baru digulung pakai sorha, menguntal namanya, baru mangani, baru terjadi ulos," kata salah satu warga desa, Rohani Silalahi.

Ulos memiliki berbagai macam motif, warna hingga kegunaan.
Misalnya ulos karo bisa dipakai ke ladang hingga ke pesta.
Sedangkan ulos batak Toba pemakaiannya hanya di momen-momen tertentu.

"Ulos maknanya tradisi batak, kalau batak itu banyak kegunaannya, (misalnya) namanya ulos suri suri ganjang itu untuk orang mau melahirkan, orang blm melahirkan, orang blm punya anak, itu disampaikan," kata Rohani.

Anak perempuan di Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan diwajibkan untuk mulai belajar menenun ulos saat mereka duduk di kelas empat SD.
Sehingga saat SMP pun anak-anak itu tengah lihai menenun kain ulos walau tekniknya terlihat sulit.

"Memang kalau yang punya anak-anak perempuan diwajibkan berada turun temurun.
Jadi, dia diajarkan mulai dari kelas empat SD sampai biarpun nanti dimana pun dia kuliah biar bisa itu dikerjakan sambil sekolah," tambah Rohani.

Biasanya pembuatan ulos memakan waktu seminggu hingga sebulan, tergantung dari jenisnya.
Ulos Bataklah yang membutuhkan waktu yang paling lama.

"Ulos Batak Toba, karena kita pembuatan nya karena dia lebar , panjang, harus pakai air.
kalau hujan kita tidak bisa menenun ulos batak Toba.
Kalau ulos karo beberapa saat pun musim ujan musim kemarau bisa kita tenun," kata Rohani

Jadi, di Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan, wisatawan bisa melihat sekaligus belajar menenun ulos dengan warga setempat.
Akan banyak informasi yang bisa traveler dapat mengenai kain khas batak di desa ini.

Jangan lupa terapkan protokol kesehatan traveler, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.
Stay safe!

Simak Video "Kemenparekraf Sebut Sulsel Punya Potensi Pariwisata yang Kuat"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/sym)

Artikel bermanfaat lainnya :

Saat 10 Pemain Barcelona Bungkam Celta Vigo 3-0

Saat 10 Pemain Barcelona Bungkam Celta Vigo 3-0

Blaugrana bermain dengan 10 orang sejak babak kedua, tapi bisa menang 3-0 Barcelona sukses mengamankan tiga poin saat menghadapi Celta Vigo.

Baca selengkapnya

Cara Membedakan Batik Tulis dengan Batik Cap dan Print

Cara Membedakan Batik Tulis Dengan Batik Cap Dan Print

Melihat dan membedakan batik yang dibuat dengan teknik tulis, cap, dan print secara kasat mata mungkin terbilang sulit. Pasalnya, motif yang dihasilkan dari ketiga teknik tersebut bisa saja terlihat serupa. Lalu bagaimana cara membedakannya?

Baca selengkapnya

Panglima TNI Ziarah Nasional-Tabur Bunga di TMP Kalibata

Panglima TNI Ziarah Nasional-Tabur Bunga Di TMP Kalibata

Prosesi tabur bunga ini dilakukan dalam rangka peringatan HUT ke-75 TNI. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama kepala staf angkatan berziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jumat (2/10).

Baca selengkapnya