Go Home

Keterangan Sering Berubah, Psikologis Pemasang Cincin Ke Mahasiswi Akan Diperiksa

Keterangan sering berubah, psikologis pemasang cincin ke mahasiswi akan diperiksa
David Timotius Tantosa (25) masih dimintai keterangan oleh kepolisian.
David ditangkap setelah dilaporkan mahasiswi cantik di Bandung karena dipaksa pakai cincin sampai jarinya nyaris diamputasi.
Kasatreskrim Polres Bandung, AKBP Yoris M Maulana, mengatakan pihaknya sudah mendapat keterangan dari penjual cincin serta mendapatkan korban lain.
"Kami mendatangi TKP di mana kejadian dan di mana tersangka membeli cincin.
Kami mendapatkan dua korban lagi yang kerja di gerai makanan di mal tersebut," ujarnya, Selasa (20/3/2018).
Sejauh ini, Yoris menyebut tidak ada pihak lain yang terlibat.
Dengan demikian, David melakukan aksinya seorang diri.
Saat diperiksa, David kerap memberi keterangan yang berubah-ubah meski bisa diajak berkomunikasi.
Kadang dia mengaku melakukan aksinya untuk keperluan drama, di waktu yang lain ia mengaku hal itu dilakukan untuk latihan jika nanti punya kekasih atau istri.
"Kami akan melakukan pemeriksaan psikologi apakah ada gangguan kejiwaan dari pelaku atau tidak," ucapnya.
Terkait kondisi Shelma, korban terakhir yang jarinya hampir diamputasi belum bisa dimintai keterangan.
Yoris mengimbau kepada korban lain yang untuk segera melapor.
"Shelma kondisi psikologisnya masih terganggu, belum bisa memberikan keterangan," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang perempuan bernama Shelma (21) hampir kehilangan jari manisnya akibat dipasangkan cincin oleh orang tak dikenal.
Cincin tersebut berukuran kecil dan membuat aliran darahnya tersumbat dan bengkak.
Dua kali ia ke rumah sakit di Kota Bandung disarankan untuk amputasi.
Namun, hal itu tidak terjadi setelah ia berkonsultasi ke RS Hasan Sadikin.
Tim dokter menggunakan gunting khusus.
Tak lama setelah mendapat laporan, Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP M Yoris Maulana mengonfirmasi bahwa tersangka berhasil ditangkap dalam waktu 4 jam.
Akibat perbuatannya, pelaku diancam dengan Pasal 351 ayat 1 KUH Pidana.

Artikel bermanfaat lainnya :