Go Home

KPK Perpanjang Masa Tahanan Politikus PKS Yudi Widiana

KPK perpanjang masa tahanan Politikus PKS Yudi Widiana
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan Wakil Ketua Komisi V DPR, Yudi Widiana Adi.
Yudi yang juga tersangka kasus suap Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) diperpanjang masa tahanannya hingga 30 hari ke depan.
"Mulai dari 17 Oktober-15 November 2017 untuk YWA," Plh kepala biro humas KPK, Yuyuk Andrianti di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (13/10).
Sebelumnya diketahui, KPK menetapkan Wakil Ketua Komisi V DPR Yudi Widiana Adia dan anggota Komisi V DPR Musa Zainudin sebagai tersangka kasus suap proyek jalan di Kementerian PUPR.
Penetapan tersangka keduanya merupakan pengembangan dari Damayanti Wisnu Putranti, tersangka lainnya sekaligus mantan anggota komisi V DPR Fraksi PDIP telah divonis 4 tahun 6 bulan penjara.
Juru bicara KPK, Febri Diansyah membenarkan adanya penetapan dua tersangka baru dalam kasus suap proyek jalan di Kementerian PU-Pera.
"Memang dalam kasus PUPR ini ada perkembangan.
Kami sudah menangani sejak OTT dilakukan pada Januari 2016 lalu," ujar Febri.
Nama Musa dan Yudi kerap disebut-sebut dalam pusaran kasus suap proyek jalan di Kementerian PUPR.
Keduanya diduga menerima uang pelicin atas proyek tersebut dari pengusaha bernama Abdul Khoir dan Sok Kok Seng alias Aseng.
Musa disebut menerima Rp 8,4 miliar dari Abdul Khoir guna memuluskan proyek jalan Pulau Seram dari total proyek sekitar Rp 104 miliar.
Sedangkan sumber merdeka.
com mengatakan, KPK menyita uang senilai Rp 100 juta dari hasil penggeledahan di rumah Yudi kawasan Cimahi, Bandung, Jawa Barat.
Bahkan, KPK juga disebut menyita uang pecahan Rp 20 ribu milik Yudi usai penggeledahan.
Sumber itu mengatakan, uang pecahan itu sisa THR milik Yudi yang dibagikan ke kerabat.

Artikel bermanfaat lainnya :