Go Home

Ilmuwan AS Sebut Corona Bisa Jadi Musiman, Riyadh-Mekah-Medinah Ditutup

Ilmuwan AS Sebut Corona Bisa Jadi Musiman, Riyadh-Mekah-Medinah Ditutup
Jakarta -

Seorang ilmuwan senior di Amerika Serikat (AS) menyebut ada kemungkinan besar bahwa virus Corona bisa kembali dalam siklus musiman.
Hal ini menggarisbawahi perlunya untuk segera menemukan vaksin dan perawatan yang efektif untuk mengatasi virus Corona yang kini merajalela secara global.

Anthony Fauci yang memimpin penelitian terhadap penyakit menular di Institut Nasional Kesehatan AS, menuturkan bahwa virus Corona mulai mengakar di belahan Bumi bagian selatan yang sedang mengalami musim dingin.

Selain berita tersebut, berikut berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom hari ini, Kamis (26/3/2020):

- 2 Meninggal Akibat Virus Corona, Saudi Tutup Riyadh, Mekah dan Madinah

Otoritas Arab Saudi menutup ibu kota Riyadh dan dua kota tersuci bagi umat muslim, Mekah dan Madinah, setelah melaporkan kematian kedua akibat virus Corona atau COVID-19.
Otoritas Saudi juga memperpanjang jam malam yang diberlakukan di ketiga kota tersebut.

Seperti dilaporkan kantor berita Saudi Press Agency (SPA) dan dilansir AFP, Kamis (26/3/2020), otoritas Kerajaan Saudi melarang orang-orang masuk dan keluar dari ibu kota Riyadh, juga dari Mekah dan Madinah, untuk sementara waktu.
Saudi juga melarang pergerakan di antar provinsi-provinsi di seluruh wilayahnya.

Langkah ini diumumkan saat Kementerian Kesehatan Saudi mengumumkan jumlah total kasus virus Corona di negara ini melonjak menjadi 900 kasus.

- 2 Ribu Orang Meninggal karena Virus Corona, Iran Larang Warga Keluar Kota

Otoritas Iran memberlakukan larangan perjalanan antarkota setelah jumlah korban meninggal akibat virus Corona atau COVID-19 di negara itu melampaui 2 ribu orang.
Iran sejauh ini melaporkan lebih dari 27 ribu kasus virus Corona di wilayahnya.

Seperti dilansir AFP, Kamis (26/3/2020), langkah tegas ini diberlakukan setelah beberapa minggu terakhir, pemerintah Iran gagal mencegah ratusan ribu warganya bepergian demi mengunjungi keluar saat liburan Tahun Baru Persia selama dua pekan.

"Perjalanan baru akan dilarang, meninggalkan kota akan dilarang," tegas juru bicara pemerintah Iran, Ali Rabli, saat mengumumkan larangan perjalanan ini.

Langkah ini diumumkan pada Rabu (25/3) waktu setempat, atau beberapa jam setelah Presiden Hassan Rouhani mengungkapkan bahwa pemerintah siap memberlakukan langkah-langkah lebih keras dalam memerangi pandemi virus Corona.
Rouhani menyebut langkah tegas akan diberlakukan selama 15 hari.

"Orang-orang harus kembali ke kota asal mereka secepat mungkin," imbuh Rabli dalam pengumumannya.

- Melonjak Cepat, 1.
031 Orang Meninggal karena Virus Corona di AS

Jumlah kematian akibat virus corona telah melonjak menjadi 1.
031 orang di Amerika Serikat pada Rabu (25/3) waktu setempat.

Demikian menurut data yang disampaikan oleh Universitas John Hopkins seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (26/3/2020).
Hanya beberapa jam sebelumnya, data Universitas John Hopkins menunjukkan 827 orang meninggal karena
coronavirus di AS.

Disebutkan Universitas John Hopkins bahwa sejauh ini sudah 68.
572 orang yang dinyatakan positif virus corona di AS.
Dengan demikian AS menjadi negara dengan jumlah kasus corona terbanyak ketiga di dunia setelah China dan Italia.
Berdasarkan jumlah kasus yang dilaporkan, maka tingkat kematian akibat virus corona di AS saat ini adalah 1,5 persen.

New York menjadi negara bagian AS yang paling terdampak virus ini, dengan 280 kematian tercatat sejak dimulainya pandemi ini.

- Ilmuwan Terkemuka AS: Virus Corona Bisa Jadi Siklus Musiman!

Seorang ilmuwan senior di Amerika Serikat (AS) menyebut ada kemungkinan besar bahwa virus Corona bisa kembali dalam siklus musiman.
Hal ini menggarisbawahi perlunya untuk segera menemukan vaksin dan perawatan yang efektif untuk mengatasi virus Corona yang kini merajalela secara global.

Seperti dilansir AFP, Kamis (26/3/2020), Anthony Fauci yang memimpin penelitian terhadap penyakit menular di Institut Nasional Kesehatan AS, menuturkan bahwa virus Corona mulai mengakar di belahan Bumi bagian selatan yang sedang mengalami musim dingin.

"Kita mulai melihat sekarang.
.
.
di Afrika bagian selatan dan di negara-negara yang ada di belahan Bumi bagian selatan, bahwa kita memiliki kasus-kasus yang muncul saat negara-negara itu memasuki musim dingin," sebut
Fauci dalam briefing terbaru.

- 3.
434 Orang Meninggal karena Corona, Spanyol Lampaui Angka Kematian China

Jumlah korban meninggal akibat virus Corona atau COVID 19 di wilayah Spanyol bertambah menjadi 3.
434 orang.
Jumlah ini telah melampaui jumlah total korban meninggal di
China?daratan.

Seperti dilansir AFP, Kamis (26/3/2020), otoritas kesehatan Spanyol, pada Rabu (25/3) waktu setempat, mengumumkan 738 kematian baru dalam sehari.
Dengan demikian, total jumlah korban meninggal akibat virus Corona di Spanyol sejauh ini mencapai 3.
434 orang.

Jumlah tersebut melampaui jumlah total korban meninggal di China daratan yang sejauh ini mencapai 3.
281 orang.

(ita/ita)

Artikel bermanfaat lainnya :

Diprediksi 5 Makanan Sehat Ini Akan Jadi Tren di Tahun 2020

Diprediksi 5 Makanan Sehat Ini Akan Jadi Tren Di Tahun 2020

Oleh karena itu makanan sehat dan bernutrisi banyak dipilih orang dan akan menjaditren makanan di tahun 2020.Tidak ada lagi junk food atau fast food yang dulu sangat digemari oleh banyak orang. Tak terkecuali dari kalangan millennial yang selama ini dike

Baca selengkapnya

Ingat! Gejala Sakit Jantung yang Begini Kerap Disangka Nyeri Lambung

Ingat! Gejala Sakit Jantung Yang Begini Kerap Disangka Nyeri Lambung

Orang bisa meninggal mendadak secara alami penyebabnya antara serangan jantung, stroke atau diseksi aorta," papar dr Vito.Membedakan gejala serangan jantung dengan sakit lambung memang sulit. Awalnya, ibu dari penyanyi Rizky Febian itu dikabarkan meningg

Baca selengkapnya

BMKG: Waspada Hujan Disertai Petir di Jaksel-Jaktim Hari Ini

BMKG: Waspada Hujan Disertai Petir Di Jaksel-Jaktim Hari Ini

Sementara itu, hujan lokal diprediksi mengguyur Jakarta Barat pada siang hari dan wilayah Kepulauan Seribu pada pagi dan dini hari.Suhu diprediksi berkisar antara 24-32 derajat. Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi

Baca selengkapnya