Go Home

Hari Batik Nasional, Sudah Tahu Arti Kata Batik?

Hari Batik Nasional, Sudah Tahu Arti Kata Batik?
Jakarta -

Setiap 2 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional.
Namun tahukah kamu apa sih arti kata batik itu?

Traveler pasti sudah tidak asing dengan kain batik.
Salah satu kain khas Indonesia ini kerap dikenakan pada acara-acara tertentu.
Model dan motifnya juga beragam dan berkembang seiring perkembangan zaman.

Sering mengenakan batik, banyak orang belum mengetahui arti kata `batik`.
Kata batik berasal dari bahasa Jawa yang sebenarnya merupakan gabungan dari dua kata yakni `amba` yang berarti lebar atau luas dan `tik` atau `nitik` yang berarti titik.
Dengan demikian batik berarti menulis pada kain yang lebar.

Jika kita melihat proses pembuatan batik, pembatik akan menggunakan canting yang ujungnya kecil untuk menulis titik-titik pada batik yang nantinya membentuk pola tertentu.
Canting sendiri berisi cairan lilin yang panas.

Meskipun kata batik berasal dari bahasa Jawa, awal mula ditemukannya batik masih belum jelas sampai sekarang.
Batik diyakini tidak murni muncul di Jawa, melainkan mendapat pengaruh dari bangsa asing.

Dijelaskan G.
P Rouffer, teknik membatik kemungkinan berasal dari India atau Srilanka pada abad ke-6 atau ke-7.
Sementara itu pada tahun 1677 terdapat catatan sejarah yang mengatakan terjadi ekspor kain sutera dari China ke Jawa, Sumatera, Persia, dan Hindustan.

Uniknya, pada tahun 1516 dan 1518 diketahui terjadi ekspor kain dari Jawa ke Malabar.
Kain yang dimaksud adalah batik tulis.

Mulanya batik memang hanya dikenakan di lingkungan kerajaan.
Batik sendiri diperkirakan sudah ada sejak zaman Majapahit sampai kemudian dikembangkan pada masa Kerajaan Mataram.

Kain yang mulanya eksklusif untuk keluarga raja itu dapat dikenal masyarakat sebab pembatik kerajaan yang seringkali membawa pekerjaan mereka pulang ke rumah.
Pada akhirnya batik itu pun mulai ditiru dan dikenakan masyarakat.

Batik kian mendunia ketika pada era Presiden Soeharto, ia kerap memberikan batik kepada tamu-tamu negara.
Ia juga mengenakan batik di acara internasional, termasuk konferensi PBB.

Batik pun kian populer sampai akhirnya pada 2 Oktober 2009, UNESCO menetapkan batik sebagai Warisan Budaya Takbenda dalam sidang di Abu Dhabi.
UNESCO menyebut batik sebagai teknik menghias yang mengandung nilai, makna, dan simbol budaya.

(pin/ddn)

Artikel bermanfaat lainnya :

Saat 10 Pemain Barcelona Bungkam Celta Vigo 3-0

Saat 10 Pemain Barcelona Bungkam Celta Vigo 3-0

Blaugrana bermain dengan 10 orang sejak babak kedua, tapi bisa menang 3-0 Barcelona sukses mengamankan tiga poin saat menghadapi Celta Vigo.

Baca selengkapnya

Cara Membedakan Batik Tulis dengan Batik Cap dan Print

Cara Membedakan Batik Tulis Dengan Batik Cap Dan Print

Melihat dan membedakan batik yang dibuat dengan teknik tulis, cap, dan print secara kasat mata mungkin terbilang sulit. Pasalnya, motif yang dihasilkan dari ketiga teknik tersebut bisa saja terlihat serupa. Lalu bagaimana cara membedakannya?

Baca selengkapnya

Panglima TNI Ziarah Nasional-Tabur Bunga di TMP Kalibata

Panglima TNI Ziarah Nasional-Tabur Bunga Di TMP Kalibata

Prosesi tabur bunga ini dilakukan dalam rangka peringatan HUT ke-75 TNI. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama kepala staf angkatan berziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jumat (2/10).

Baca selengkapnya