Go Home

Gunung Kerinci Tutup Lagi Jalur Pendakiannya

Gunung Kerinci Tutup Lagi Jalur Pendakiannya
Jakarta -

Gunung Kerinci dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) baru dibuka beberapa waktu lalu.
Namun, kini jalur pendakiannya ditutup kembali.

Gerbang pendakian Gunung Kerinci dibuka bertahap pada awal bulan Oktober ini.
Dalam pengumuman di akun resmi Instagram, Senin (26/10/2020), alasan utama penutupan jalur pendakian yakni tidak memungkinkan adanya sehari perjalanan.

Pendaki tidak akan bisa mendaki Gunung Kerinci dalam semalam karena jalur yang cukup berat.
Di sisi lain, petugas balai akan kesulitan mengevakuasi jika ada pendaki yang terindikasi terinfeksi COVID-19.

Selanjutnya, Gunung Kerinci saat ini mengalami peningkatan aktivitas.
Diketahui bahwa gunung itu merupakan gunung api tertinggi di Indonesia dan paling aktif.

[Gambas:Instagram]

Berikut keterangan resmi penutupan jalur pendakian Gunung Kerinci:

Penutupan kembali untuk tujuan wisata/pendakian kawasan wisata alam Gunung Kerinci

Berdasarkan hasil rapat evaluasi wisata pendakian Gunung Kerinci pada masa pandemi COVID-19 dalam pelaksanaannya terdapat beberapa kendala antara lain:

1.
Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Balai Besar TNKS Nomor SK.
158/T.
I/BIDTEK/KSA/9/2018 tanggal 5 September 2018 tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) pendakian Gunung Kerinci di Taman Nasional Kerinci Seblat, lama kunjungan di Gunung Kerinci minimal dua hari satu malam sehingga tidak memungkinkan dilakukan one day trip

2.
Tingkat kesulitan jalur pendakian cukup berat, sehingga menyulitkan petugas untuk melakukan evakuasi apabila ada pengunjung yang terindikasi COVID-19

3.
Terjadi peningkatan aktivitas Gunung Kerinci pada tanggal 17 Oktober 2020, berdasarkan pantauan visual dari Pos R10 Kersik Tuo dan data Pos Pengamatan Gunung Api Kerinci, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terjadi erupsi dengan ketinggian asap mencapai kurang lebih 800 meter dan gempa vulkanik dangkal, sehingga masyarakat di sekitar Gunung Api Kerinci dan pengunjung atau wisatawan tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada di puncak Gunung Api Kerinci di dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif (masyarakat dilarang beraktivitas di dalam radius bahaya atau Kawasan Rawan Bencana III).

Sehubungan dengan butir-butir di atas, Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat menutup kembali kawasan Gunung Kerinci untuk tujuan wisata atau pendakian baik melalui pintu masuk Pos R10 Kersik Tuo Kabupaten Kerinci maupun melalui Camping Ground Bangun Rejo Kabupaten Solok Selatan sampai waktu yang belum ditentukan.

Simak Video "Ridwan Kamil soal Vaksin Corona: Warga Depok Kami Prioritaskan"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)

Artikel bermanfaat lainnya :

Cara Membedakan Batik Tulis dengan Batik Cap dan Print

Cara Membedakan Batik Tulis Dengan Batik Cap Dan Print

Melihat dan membedakan batik yang dibuat dengan teknik tulis, cap, dan print secara kasat mata mungkin terbilang sulit. Pasalnya, motif yang dihasilkan dari ketiga teknik tersebut bisa saja terlihat serupa. Lalu bagaimana cara membedakannya?

Baca selengkapnya

Panglima TNI Ziarah Nasional-Tabur Bunga di TMP Kalibata

Panglima TNI Ziarah Nasional-Tabur Bunga Di TMP Kalibata

Prosesi tabur bunga ini dilakukan dalam rangka peringatan HUT ke-75 TNI. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama kepala staf angkatan berziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jumat (2/10).

Baca selengkapnya

Hari Batik Nasional, Sudah Tahu Arti Kata Batik?

Hari Batik Nasional, Sudah Tahu Arti Kata Batik?

Kata batik berasal dari bahasa Jawa yang sebenarnya merupakan gabungan dari dua kata yakni `amba` yang berarti lebar atau luas dan `tik` atau `nitik` yang berarti titik. Canting sendiri berisi cairan lilin yang panas.Meskipun kata batik berasal dari baha

Baca selengkapnya