Go Home

Eksotisme Tenun Tanimbar Dalam Balutan Busana Modern

Eksotisme Tenun Tanimbar dalam Balutan Busana Modern
EKSOTISME dan filosofi dari motifnya yang khas membuat tenun ikat Tanimbar memiliki karakter yang kuat.
Beragam motif yang ada seakan menggambarkan proses alami kehidupan masyarakat di daerah Maluku Tenggara Barat.
Hal itulah yang membuat tenun ikat Tanimbar bersinar.
Namun karena keterbatasan Sumber Daya Manusia, tenun ikat Tanimbar meredup dan seolah tenggelam oleh tenun dari daerah lainnya.
Melalui rangkaian acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia yang bertajuk "Memperkuat Momentum" yang dihelat di Ambon, Maluku.
Diselenggarakan fashion show karya desainer Wignyo Rahadi dengan menggunakan material tenun Tanimbar untuk mengembalikan terangnya tenun ikat khas Maluku tersebut.
"Ada 12 koleksi busana yang ditampilkan.
Enam di antaranya merupakan koleksi yang sempat dipamerkan dalam fashion show di Tokyo beberapa waktu lalu.
Kemudian enam lainnya merupakan rancangan baru dan mayoritas menggunakan motif ulerati," ujar Wignyo di Ambon, Maluku.
Rancangan busana yang ditampilkan menggunakan material tenun Tanimbar hasil pengembangan motif ulerati dengan tema "Metamorphoseast".
Wignyo mengombinasikan tenun Tanimbar dengan mengadaptasi busana kimono, hakama, obi sebagai atasan yang didominasi warna biru, putih dan abu.
Sedangkan untuk bawahan, ia mendesain rok loose dan celana palazzo yang diberi sentuhan ulerati pada bagian pinggirnya.
(Baca Juga: Pesona Tenun Ulap Doyo, Kain Tradisional Suku Dayak Berbahan Daun) Kemudian blouse wanita kasual juga diberi sentuhan motif Tenun Tanimbar merah dan biru pada bagian tengah serta lengan yang loose.
Flared skirt bermaterial motif tenun unik dipadankan dengan blouse tersebut.
Kombinasi kutubaru dan tenun juga dirancang Wignyo dengan komposisi unik.
Kain tenun panjang disampirkan pada bagian kiri dan kanan hingga kebelakang.
"Harapan saya untuk kain tenun tidak cukup euforia dengan peragaan busana.
Tapi bagaimana merealisasikan dan mendukung daripada penggunaan kain tenun sebagai busana sehari-hari," ucap Wignyo.
(Baca Juga: Mengenal Motif Kain Tenun Khas Dayak, Idenya Lahir dari Mimpi sang Penenun saat Tidur) (ful)

Artikel bermanfaat lainnya :