Go Home

Ditangguhkan Di Singapura Menyusul Kasus Korsel, Vaksin Flu Aman?

Ditangguhkan di Singapura Menyusul Kasus Korsel, Vaksin Flu Aman?
Jakarta -

Sudah 59 warga Korea Selatan dilaporkan meninggal dunia usai suntik vaksin flu.
Laporan meninggal yang terus bertambah memicu kekhawatiran terkait keamanan vaksin meski pemerintah menegaskan tidak ada kaitan dengan keamanan vaksin.

Korea Selatan memastikan kematian warga Korsel usai suntik yang terus bertambah tak ada kaitannya dengan vaksin.
Program vaksinasi flu di tengah pandemi semata-mata dilakukan demi mencegah sistem kesehatan yang berisiko terdampak saat menangani kasus flu dan COVID-19.

Sementara itu, Singapura menangguhkan 2 merek vaksin flu sebagai upaya kewaspadaan.
Keduanya adalah SKYCellflu Quadrivalent dari AJ Biologics dan VaxigripTetra dari Sanofi.

Sebenarnya, amankah vaksin flu digunakan?

Eks Direktur Penyakit Menular WHO South-East Asia Region, Prof dr Tjandra Yoga Aditama, menegaskan vaksin flu masih aman digunakan.
Ia meyakini tak ada masalah yang berarti yang berisiko disebabkan oleh vaksinasi flu.

"Kalau saya bilang iya (masih aman).
Karena dia sudah lama digunakan, sejauh ini tidak ada masalah yang berarti," jelasnya saat dihubungi detikcom, Senin (26/10/2020).

"Makanya yang penting sekarang ini kita menunggu hasil sekian orang yang meninggal di Korea itu.
Saya kira mereka tidak akan terlalu lama memberikan hasil analisanya," jelasnya.

Perlukah dihentikan dulu?

Menurut Prof Tjandra, memang perlu ada kehati-hatian menanggapi kasus ini.
Ia juga menyoroti Singapura yang memilih untuk menangguhkan vaksinasi flu.

"Kita nggak punya datanya juga meninggalnya karena apa, jadi kita nggak bisa cepat mengambil judgement.
Tapi kalau mau berhati-hati, seperti Singapura, sambil menunggu penelitian, ya dihentikan dulu saja vaksin merek itu," kata Prof Tjandra.

Dari sekian warga yang meninggal, ada yang teridentifikasi meninggal karena jantung.
Apakah kondisi kesehatan yang melatarbelakangi seseorang berisiko bahaya saat divaksin?

"Vaksin flu ini kan diberikan sudah lama dan orang yang punya penyakit penyerta juga sudah diberikan untuk mencegah mereka yang punya penyakit berat supaya nggak kena flu, supaya penyakit beratnya tidak semakin berat," pungkasnya.

Simak Video "Giliran Uji Calon Vaksin AS yang Ditunda Gegara Relawan Sakit"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

Artikel bermanfaat lainnya :

Saat 10 Pemain Barcelona Bungkam Celta Vigo 3-0

Saat 10 Pemain Barcelona Bungkam Celta Vigo 3-0

Blaugrana bermain dengan 10 orang sejak babak kedua, tapi bisa menang 3-0 Barcelona sukses mengamankan tiga poin saat menghadapi Celta Vigo.

Baca selengkapnya

Cara Membedakan Batik Tulis dengan Batik Cap dan Print

Cara Membedakan Batik Tulis Dengan Batik Cap Dan Print

Melihat dan membedakan batik yang dibuat dengan teknik tulis, cap, dan print secara kasat mata mungkin terbilang sulit. Pasalnya, motif yang dihasilkan dari ketiga teknik tersebut bisa saja terlihat serupa. Lalu bagaimana cara membedakannya?

Baca selengkapnya

Panglima TNI Ziarah Nasional-Tabur Bunga di TMP Kalibata

Panglima TNI Ziarah Nasional-Tabur Bunga Di TMP Kalibata

Prosesi tabur bunga ini dilakukan dalam rangka peringatan HUT ke-75 TNI. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama kepala staf angkatan berziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jumat (2/10).

Baca selengkapnya