Go Home

Bocah Ini Kena Semprot Emaknya Karena Bawel Tanya Bumbu Dapur

Bocah Ini Kena Semprot Emaknya Karena Bawel Tanya Bumbu Dapur
Jakarta -

Siapapun pasti tak suka diganggu saat sedang masak, termasuk emak-emak yang satu ini.
Ia ngomel karena anaknya banyak bertanya soal bumbu dapur.

Sebuah video kocak beredar di twitter.
Video singkat berdurasi 40 detik ini merekam aksi bocah yang mengganggu ibunya saat sedang masak.
Ia bertanya soal bumbu dapur sambil sesekali menggoda dengan pertanyaan nyeleneh.

Diunggah lewat akun twitter @bukan_youtube, video ini sukses menarik perhatian netizen.
Di sebuah dapur sederhana terlihat emak-emak sedang sibuk menyiapkan bumbu dapur untuk bahan masakan.
Tiba-tiba anaknya menghampiri sambil mengganggunya dengan pertanyaan ngaco.


Baca juga : Totalitas! Emak-emak Meeting Virtual Sambil Ngulek Sambel

Melihat ibunya mengupas buah asam, bocah ini bertanya nama bahan yang sedang disiapkan oleh sang ibu.
"Oke guys hari ini Nyai mau nyayur.
Nyai itu kentang ya?" tanya bocah pria ini.

Pertanyaan si anak langsung ditanggapi oleh ibunya dengan nada tinggi.
"Asem.
Aseeem, mata lu nggak ngeliat, asem," kata ibu berbaju daster batik ini.

Tak hanya sampai di situ, bocah ini kemudian menunjuk batu yang dipakai sebagai ulekan bumbu.
Lagi-lagi ia menebak kalau batu ini kentang.
"Ini apa ini? Nah ini kentang ya?" tanya si anak.

Lagi-lagi dengan nada tinggi, si ibu menjawab kalau itu bukanlah kentang.
"Batu lumpang eh batu lumpang.
Anak batu!" sahut si ibu.
Tampaknya ibu ini mulai kesal mendapat gangguan dari si anak.


Pertanyaan berikutnya tertuju pada bumbu dapur cabai rawit merah yang berserakan di lantai.
"Itu apaan merah-merah? Ceri?".
Pertanyaan ini dijawab dengan lantang "Cabee! Abisan gua lagi masak ditanya macem-macem," kata si ibu dengan nada tinggi.

Meski ibunya sudah marah-marah tapi bocah ini masih saja mengganggunya sambil sesekali tertawa.
Saking kesalnya, di akhir video si ibu mengatakan kalau bocah ini budeg alias tuli.
"Sereh itu sereeeeh.
Budeg!" jawab si ibu.

Meski menjawab dengan nada tinggi, tampaknya ibu ini tidak benar-benar marah.
Nada bicaranya saja yang seperti itu sehingga terkesan marah.
Video ini terbilang sederhana namun menarik banyak perhatian dan sukses bikin banyak orang ngakak.

Diunggah pada 28 Juni, video ini sudah disaksikan lebih dari 22 ribu kali dan memancing ratusan komentar.
Banyak yang ikut kesal mendengar pertanyaan nyeleneh dari bocah ini, namun ada juga yang tertawa geli mendengar ocehan emak-emak ini.


Baca juga : Emak-emak Ngamuk Ditagih Rp 800 Ribu Untuk 2 Ekor Ayam, Ini Kisahnya


"Gue yg dengernya dia nanya nanya aja ikut emosi, ada ada aje pertanyaanya cabe dibilang ceri," ujar netizen.

"Asem, matalu ga ngeliat" gini aja ngakak.
Jangan galak-galak napa mak," sahut netizen lain.

"Yang nanya juga gilak ajah.
cabe dikata ceri.
Terus batu dibilang kentang.
Apa gak emosi mbahnya," pungkas netizen.


Simak Video "Ini Loh Rahasia Bumbu di Balik Masakan Minang"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)

Artikel bermanfaat lainnya :

McD Sarinah Tutup, Kenapa Kenangan Masa Lalu Selalu Bikin Baper?

McD Sarinah Tutup, Kenapa Kenangan Masa Lalu Selalu Bikin Baper?

Momentum ini menjadi suatu reminder atau pengingat bagi orang tersebut."Entah baju, restorannya, entah itu lagu itu terkait dengan hal-hal tersebut kemudian terjadi sesuatu, misalnya ditutup lah tempatnya, band musiknya bubar, penyanyinya ada yang passed

Baca selengkapnya

Podcast Tolak Miskin: Tagihan Listrik Tiba-tiba Bengkak! Kok Bisa?

Podcast Tolak Miskin: Tagihan Listrik Tiba-tiba Bengkak! Kok Bisa?

Sebagian besar beranggapan kenaikan tagihan listrik tak masuk akal, melebihi dari kenaikan konsumsi yang terjadi selama WFH.Pertanyaan timbul, ini beneran karena pemakaian yang berlebihan atau tarif listriknya naik?Nah, Podcast Tolak Miskin kali ini akan

Baca selengkapnya

Potret Kesibukan Petugas Ambulans COVID-19 di Inggris

Potret Kesibukan Petugas Ambulans COVID-19 Di Inggris

Tak ayal, petugas ambulans pun tampak sibuk lalu lalang menjemput para pasien Corona. Inggris memiliki 207 ribu kasus COVID-19 dan tertinggi keempat dunia.

Baca selengkapnya