Go Home

Batan Indah Kena Radioaktif, Komisi VII: Harus Jadi Peringatan Keras!

Batan Indah Kena Radioaktif, Komisi VII: Harus Jadi Peringatan Keras!
Jakarta -

Komisi VII DPR ingin agar peristiwa terpaparnya Perumahan Batan Indah Tangerang Selatan oleh radioaktif bisa menjadi peringatan bahaya nuklir bagi lembaga yang mengurusi nuklir di Indonesia, yakni Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten).

"Ini harus menjadi peringatan keras.
Ini karena segala sesuatu tentang nuklir harus terukur secara presisi, tidak boleh ada kelalaian atau kelengahan yang mengakibatkan radiasi," kata Ketua Komisi VII DPR, Sugeng Suparwoto, kepada wartawan, Sabtu (15/2/2020).

Untuk saat ini, Sugeng tidak ingin menduga-duga asal radiasi di Batan Indah itu.
Maka Bapeten harus menyelidiki secara seksama untuk menemukan fakta-fakta sumber radiasi itu.

"Komisi VII meminta Bapeten dan Batan untuk menyelidiki lebih lanjut kenapa di satu titik terpapar dengan radiasi relatif lebih tinggi dari ambang batas normal," kata Sugeng yang merupakan politikus Partai NasDem ini.

Lokasi persis lokasi yang terpapar radioaktif itu ada di tanah kosong, dekat lapangan voli Blok J, lingkungan perumahan Batan Indah.
Lewat pemantauan 30-31 Januari 2020, Bapeten menyatakan radiasi kawasan Perumahan Batan Indah melebihi ambang batas normal.
Bapeten menemukan serpihan sumber radiasi pada 7 dan 8 Februari 2020.

"Kita sama-sama tahu, radiasi itu berbahaya.
Meski begitu, kita apresiasi Bapeten karena temuan ini juga berasal dari temuan Bapeten, dari pengukuran berkala," kata Sugeng.

(dnu/dnu)

Artikel bermanfaat lainnya :

Sampah Sisa Banjir Menggunung di Bawah Tol Becakayu

Sampah Sisa Banjir Menggunung Di Bawah Tol Becakayu

Di bawah Tol Becakayu, sampah sisa banjir terlihat menumpuk. Jakarta - Banjir menyisakan sampah di sejumlah wilayah di Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Baca selengkapnya

Kecewa! Terawan Tak Punya Solusi Agar Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik

Kecewa! Terawan Tak Punya Solusi Agar Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik

Hal itu diungkapkan Terawan di hadapan Komisi IX DPR RI. Ia mengaku sudah tak punya solusi.Dalam hal ini, Terawan menjelaskan bahwa iuran BPJS Kesehatan bagi peserta mandiri kelas III pada akhirnya tak sejalan dengan keputusan Komisi IX DPR RI. Pasalnya,

Baca selengkapnya

Gagal Bayar Jiwasraya Bengkak Jadi Rp 16 T, Ini Kata Wamen BUMN

Gagal Bayar Jiwasraya Bengkak Jadi Rp 16 T, Ini Kata Wamen BUMN

Pria yang disapa Tiko ini menerangkan, nilai gagal bayar itu naik karena setiap bulan ada yang jatuh tempo."Soalnya kan namanya klaim, setiap bulan ada yang jatuh tempo, sampai kita sudah ada cash flownya jatuh temponya akan bertambah terus, memang setia

Baca selengkapnya